Senin, 05 Oktober 2026
Berita

Google Hadirkan Guided Vision, AI Gemini Bantu Pengguna Membaca Lingkungan

Sabtu, 03 Okt 202650 komentar3 menit baca

Kabar IT, Mountain View — Google meluncurkan Guided Vision, fitur aksesibilitas baru di Gemini Live yang memungkinkan pengguna mendapatkan deskripsi audio secara real-time dari lingkungan yang ditangkap kamera ponsel.

Fitur ini mulai diperkenalkan pada Kamis (1/10/2026) untuk perangkat Android yang kompatibel dan ditujukan terutama bagi pengguna tunanetra, low vision, serta mereka yang membutuhkan bantuan visual dalam aktivitas sehari-hari.

Guided Vision bekerja dengan cara mengaktifkan kamera dalam sesi Gemini Live. Setelah kamera diarahkan ke objek atau lingkungan tertentu, Gemini akan memberikan deskripsi suara mengenai apa yang terlihat, termasuk teks kecil, warna, posisi benda, hingga kondisi sekitar.

Pengguna juga dapat mengajukan pertanyaan lanjutan secara langsung melalui percakapan suara.

Isha Sheth, Senior Product Manager Gemini Live di Google, mengatakan fitur tersebut dikembangkan sebagai bentuk bantuan visual yang lebih percakapan dan responsif terhadap kebutuhan pengguna.

Menurut Google, Guided Vision dibangun melalui kolaborasi dengan komunitas tunanetra dan pengguna dengan gangguan penglihatan.

Perusahaan menggandeng Aira untuk membantu melatih Gemini Live dalam memahami konteks visual dunia nyata, dengan melibatkan lebih dari 1.000 anggota jaringan Trusted Tester Aira dalam proses pengujian dan penyempurnaan sistem.

Google menyebut proses pelatihan tersebut mencakup puluhan ribu jam interpretasi visual.

Spesialis Aira juga bekerja bersama tim Google untuk membantu menyusun dan mengevaluasi perlindungan keselamatan dalam penggunaan fitur tersebut.

Dalam penggunaannya, Guided Vision tidak hanya mendeskripsikan apa yang dilihat kamera, tetapi juga dapat memberikan arahan agar kamera memperoleh sudut pandang yang lebih tepat.

Jika kamera terlalu tinggi, terlalu dekat, atau tidak mengarah ke objek dengan benar, Gemini dapat meminta pengguna menggeser kamera, menurunkan posisi, atau mundur untuk memperoleh konteks visual yang lebih jelas.

Fitur tersebut dapat digunakan, misalnya, untuk membaca tulisan kecil pada label makanan, mengidentifikasi perbedaan warna, membaca menu di tempat minim cahaya, mencari benda di rumah, atau memahami tata letak sebuah ruangan.

Google juga menyatakan Guided Vision telah diuji dengan masukan dari komunitas tunanetra dan low vision di sejumlah negara, termasuk Indonesia, India, Brasil, Singapura, dan Jepang.

Pengujian dilakukan untuk memastikan deskripsi, arahan kamera, dan jawaban Gemini terasa lebih alami serta berguna dalam konteks kehidupan sehari-hari.

Selain melalui aplikasi Gemini, Guided Vision dapat diakses lewat Accessibility Shortcut pada Android dan melalui integrasi dengan Google TalkBack.

Pengguna dapat mengaktifkannya melalui tombol aksesibilitas, gestur dua jari, kombinasi tombol volume, atau menu TalkBack.

Google menyebut Guided Vision tersedia pada perangkat yang menjalankan Android 9 atau versi lebih baru di wilayah dan bahasa yang telah mendukung Gemini Live.

Peluncuran dilakukan secara bertahap sehingga sebagian pengguna mungkin belum langsung mendapatkan fitur tersebut.

Meski membawa fungsi yang lebih praktis, Google menegaskan Guided Vision tetap merupakan alat bantu berbasis AI yang dapat membuat kesalahan.

Perusahaan menyatakan fitur tersebut bukan alat medis, bukan alat bantu mobilitas, dan bukan pengganti tongkat putih atau panduan perjalanan aman.

Guided Vision juga tidak ditujukan untuk navigasi, deteksi rintangan, atau situasi yang membutuhkan keputusan keselamatan fisik.

Peluncuran Guided Vision memperlihatkan perluasan fungsi Gemini dari sekadar chatbot dan asisten percakapan menjadi teknologi yang dapat membantu pengguna memahami lingkungan fisik secara langsung.

Bagi Google, penerapan seperti ini juga menunjukkan bahwa pengembangan AI tidak hanya diarahkan pada kemampuan menghasilkan teks atau menjawab pertanyaan, tetapi juga pada penggunaan teknologi untuk meningkatkan aksesibilitas dan membantu aktivitas sehari-hari pengguna.

Iklan test

Tes
Tes
Jurnalis
Adam Nugraha Wiradhana

Adam Nugraha Wiradhana

Adam Nugraha Wiradhana adalah pemerhati Teknologi Informasi, Startup, dan Ekosistem Media Siber. Ia aktif mengikuti perkembangan transformasi digital, kecerdasan buatan, bisnis teknologi, serta dinamika industri media online di Indonesia. Saat ini, Adam juga menjabat sebagai Ketua Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Kota Banjarmasin.

Lihat semua karya / postingan →
Editor / Redaksi
Adam Nugraha Wiradhana

Adam Nugraha Wiradhana

Adam Nugraha Wiradhana adalah pemerhati Teknologi Informasi, Startup, dan Ekosistem Media Siber. Ia aktif mengikuti perkembangan transformasi digital, kecerdasan buatan, bisnis teknologi, serta dinamika industri media online di Indonesia. Saat ini, Adam juga menjabat sebagai Ketua Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Kota Banjarmasin.

Lihat semua karya / postingan →

Berita Terkait