Minggu, 04 Oktober 2026
Berita

Startup Cybersecurity Armadin Raih Pendanaan US$255,5 Juta

Sabtu, 03 Okt 202660 komentar2 menit baca

Kabar IT, Palo Alto — Startup keamanan siber berbasis kecerdasan buatan (AI), Armadin, mengumumkan pendanaan Seri B sebesar US$255,5 juta di Palo Alto, California, Amerika Serikat, Kamis (1/10/2026). Pendanaan tersebut membawa valuasi perusahaan menjadi lebih dari US$2,5 miliar dan total dana yang telah dihimpun mencapai US$445 juta.

Putaran pendanaan itu dipimpin bersama oleh Andreessen Horowitz (a16z) dan Accel. Investor baru Bain Capital Ventures dan Redpoint turut berpartisipasi, bersama investor lama 8VC, Ballistic Ventures, Google Ventures, In-Q-Tel, Kleiner Perkins, dan Menlo Ventures.

Armadin menyatakan dana baru tersebut akan digunakan untuk memperbesar skala platform keamanan berbasis AI, memperluas kegiatan riset dan pelatihan, serta mempercepat strategi pemasaran dan ekspansi perusahaan.

Kevin Mandia, pendiri sekaligus Chief Executive Officer (CEO) Armadin, mengatakan perkembangan AI membuat penyerang dapat menemukan dan menghubungkan berbagai kelemahan sistem jauh lebih cepat dibandingkan sebelumnya.

“AI memungkinkan penyerang menemukan dan menghubungkan kelemahan lebih cepat daripada kemampuan tim manusia untuk merespons,” kata Mandia dalam keterangan resmi perusahaan.

Menurut Mandia, kondisi tersebut membuat sistem pertahanan harus terus diuji menghadapi metode serangan yang semakin canggih. Armadin membangun platform yang menggunakan sekumpulan AI agent untuk bertindak menyerupai penyerang dan mencari jalur serangan sebelum kelemahan tersebut dimanfaatkan pihak yang sebenarnya berniat jahat.

Perusahaan menjelaskan, AI agent Armadin dapat bekerja secara otomatis di berbagai bagian infrastruktur teknologi. Sistem tersebut tidak hanya mencari kelemahan secara terpisah, tetapi mencoba menghubungkan sejumlah celah dengan tingkat risiko berbeda menjadi rangkaian serangan yang dapat divalidasi.

Pendekatan itu memungkinkan tim keamanan perusahaan melihat jalur yang berpotensi digunakan penyerang, mulai dari akses awal ke sistem hingga pergerakan di dalam jaringan dan kemungkinan kompromi terhadap lingkungan cloud.

Armadin menyebut teknologinya telah digunakan dalam kampanye pengujian serangan untuk perusahaan Fortune 500 dan pelanggan pemerintah.

Reuters melaporkan pendanaan Armadin berlangsung di tengah meningkatnya aliran investasi ke startup tahap awal yang membangun pertahanan terhadap ancaman siber berbasis AI.

Perkembangan AI dinilai tidak hanya meningkatkan kemampuan sistem pertahanan, tetapi juga berpotensi mempercepat proses pencarian dan eksploitasi kerentanan oleh penyerang.

Armadin sendiri merupakan perusahaan cybersecurity yang relatif baru. Perusahaan itu keluar dari fase stealth sekitar tujuh bulan sebelum pengumuman Seri B tersebut dan sebelumnya memperoleh sekitar US$189,9 juta dalam pendanaan tahap awal dan Seri A pada Maret 2026.

Mandia memiliki rekam jejak panjang di industri keamanan siber. Ia sebelumnya mendirikan Mandiant, perusahaan keamanan yang kemudian diakuisisi Google pada 2022 dengan nilai sekitar US$5,4 miliar.

Pendanaan US$255,5 juta tersebut memperlihatkan meningkatnya perhatian investor terhadap persilangan antara AI dan cybersecurity. Di tengah semakin cepatnya otomatisasi serangan siber, perusahaan keamanan kini berlomba membangun sistem yang mampu menemukan dan memvalidasi kelemahan jaringan sebelum dapat dieksploitasi oleh penyerang.

Iklan test

Tes
Tes
Jurnalis
Adam Nugraha Wiradhana

Adam Nugraha Wiradhana

Adam Nugraha Wiradhana adalah pemerhati Teknologi Informasi, Startup, dan Ekosistem Media Siber. Ia aktif mengikuti perkembangan transformasi digital, kecerdasan buatan, bisnis teknologi, serta dinamika industri media online di Indonesia. Saat ini, Adam juga menjabat sebagai Ketua Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Kota Banjarmasin.

Lihat semua karya / postingan →
Editor / Redaksi
Adam Nugraha Wiradhana

Adam Nugraha Wiradhana

Adam Nugraha Wiradhana adalah pemerhati Teknologi Informasi, Startup, dan Ekosistem Media Siber. Ia aktif mengikuti perkembangan transformasi digital, kecerdasan buatan, bisnis teknologi, serta dinamika industri media online di Indonesia. Saat ini, Adam juga menjabat sebagai Ketua Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Kota Banjarmasin.

Lihat semua karya / postingan →

Berita Terkait